Mindset Bertumbuh : Cara Naikan Income dari Gaji Pas Pasan Theo Derick

Mindset Bertumbuh : Cara Naikan Income dari Gaji Pas Pasan Theo Derick

Mindset Bertumbuh Cara Naikan Income dari Gaji Pas Pasan Theo Derick
Mindset Bertumbuh Cara Naikan Income dari Gaji Pas Pasan Theo Derick

Kurastoren.com Mindset Bertumbuh : Cara Naikan Income dari Gaji Pas Pasan Theo Derick – Bagi Anda yang saat ini merasa bimbang antara ingin mempertahankan tempat kerja lama atau menjadi penguasa maka artikel ini untuk Anda. Kali ini Kurastoren akan menulis poin-poin penting yang kita ambil dari Seorang Enterpreneur dan Content Creator Bernama Theo Derick. Salah satu Content Creator yang saat ini memiliki pengaruh cukup banyak di kalangan anak muda karena terkenal sebagai seorang yang realistis.

Berikut beberapa rangkuman penting yang kita ambil dari salah satu poadcast Theo Derick bersama Rory Ashari.

Sejarah Singkat Theo Derick

Theo Derick hidup di awal cukup perlu perjuangan. Beliau hidup di sebuah gang papaya yang saat ini sudah tidak ada. Kehidupan disana di Mangga Dua Jakarta cukup dikenal keras dan penuh criminal. Kehidupan kecil tidak cukup beruntung, karena lahir di usia kandungan 7 bulan karena ibunya sedang depresi karena perceraian. Sehingga setelah melahirkan harus bekerja untuk menghidupi keluarga. Kehidupan kecil Theo Derick lebih banyak bersama Omma dan pada usia 8 tahun baru merasakan tinggal bersama Ibunya.

Tidak cukup sampai keadaan seperti itu, Theo derick juga mengalami pase hidup dengan seadaanya dan tidak bisa memiliki mainan seperti teman kecil pada umumnya. Namun pada usia tersebut Theo Derick tidak menyadari atau merasakan susahnya hidup. Karena lingkungan tempat dia hidup juga lebih banyak orang yang susah, sehingga bisa digambarkan kehidupnya lebih mending atau beruntung dibandingkan orang lain.

Setelah bersekolah di Pinangsia Sekolah Milik Gereja, Theo Derick memiliki prestasi cukup gemilang. Berhasil menampati posisi rangking 1 diantar 7-8 murid perkelas. Sehingga kepala sekolah menyarankan dia untuk dipindah ke sekolah lebih yang lebih bagus.

Karena ekonomi sulit tapi nilainya memenuhi syarat, Theo akhirnya mendapatkan beasiswa di SMPK 2 BPK Penabur untuk anak Guru dengan membayar 10% biaya dengan syarat harus mengikuti test Bahasa Indonesia dan Mata pelajaran Matematika. Selama bersekolah di sekolah tersebut, Ibu Theo sering menangis karena anaknya setiap kali ujian belum menyelesaikan uang sekolah sehingga harus mendapatkan penundaan ujian sekolah.

Ketika Ibu Theo sering menangis dan minta maaf tidak bisa mensupport pendidikan maka hati Theo Derick merasakan hancur. Dan memiliki komitmen untuk hidup lebih baik.

Mindset Penting Theo Derick

1. Kita hidup harus bisa me-leverage apa yang kita punya secara maksimal

Setiap orang memiliki background, koneksi, pengetahuan, kemampuan, lingkungan mereka sendiri. Tugas berikutnya adalah kita harus menerima diri sendiri untuk memahami hal-hal yang kita telah punya agar kita bisa memaksimalkan hal tersebut untuk meraih kesuksesan kita.

Kita tidak bisa melihat kesuksesan orang lain menjadi tolak ukur bahwa cara sukses harus dengan apa yang orang lain lakukan. Karena yang kita lupa bahwa mereka memulai dengan latar belakang yang berbeda dengan apa yang kita miliki. Baik secara modal maupun secara pengetahuan.

Contoh yang salah adalah ketika kita meliha teman, orang lain atau infulencer yang mereka kaya dari saham atau kripto dan kita mengambil keputusan bahwa cara atau jalan satu-satunya untuk sukses adalah dengan menempuh jalan tersebut. Tanpa kita ukur dulu apa yang orang lain telah miliki dan yang tidak kita miliki.

Tugas kita sebenarnya sederhana, yaitu setelah kita menerima apa yang kita miliki lalu kita kawinkan dengan kesempatan yang ada di sekitar kita. Jadi untuk bisa sukses cukup dengan mengawinkan kekuatan utama kita atau kekuatan orang lain dengan kesempatan-kesempatan yang sesuai dengan kekuatan kita. Tidak harus jadi paling jago, tapi yang bisa memenuhi apa yang orang perlukan.

Meski teorinya kita harus mengenali kekuatan kita apa, theo dercik memulai dengan mencari opportunity yang ada di sekitar baru menemukan apa yang bisa dia jual. Hal ini dia lakukan karena pada saat itu dia sedang berada di fase bertahan hidup jadi penting untuk bisa mencari penghasilan untuk makan (survival mode).

2. Mindset Untuk Terus Belajar meski merasa rendah di bandingkan semua orang

Dalam perjalananya bahkan seorang Theo selalu mengalami fase bahwa dia berada di bawah orang lain secara keuangan, secara pengetahuan dan pandangan orang lain. Theo selama masa sekolah masuk ke ruang kepala sekolah karena tidak mampu bayar sehingga telat ujian, pacaran putus karena perbedaan background ekonomi dan selama kuliah sangat kurang main karena fokus untuk jualan bayar kuliah.

Namun dia menekankan bahwa kuliatas seseorang itu dapat berbicara sendiri. Tidak perlu kita melakukan klaim kalau kita berada di posisi ini dan selalu bisa belajar karena sudah tidak ada beban secara ego dan gengsi (pride).

3. Seberapa penting kita punya Value ketika mau Networking

Banyak dari kita memiliki alasan bahwa orang lain sangat mudah untuk menjalin pertemanan karena mereka sudah terkenal, kaya dan punya pengaruh. Sedangkan kita baru memulai dari nol dan belum punya apa-apa. Theo derick menjelaskan sederhananya networking adalah mengumpulkan kontak atau database orang baru atau orang lain ke dalam kontak kita. Lalu kontak tersebut kita harus arahkan untuk mau ketemu dengan kita.

Namun agar orang lain mau ketemu dengan kita kita harus memiliki value. Namun networking ini perlu proses atau waktu tidak bisa instant. Karena kita perlu waktu orang lain mengenal kita dan mengerti kapasitas yang kita miliki.

Theo menceritakan bagaimana di proses dia membangun networking dia pernah menyewa sebuah gedung kemudian dia sekat-sekat untuk dia jual. Pada saat saat itu dia tidak sengaja menyenggol salah satu attribut pameran di dekat mobil mewah eropa. Lalu sontak orang-orang tersebut bilang bahwa “Hati-hati itu mobil mahal”. Padahal dalam kenyataanya semua area event milik dia tapi tetap orang tidak bisa melihat apa yang dia punya apalagi mau networking.

Bahkan ada fase dia pernah ingin menyewa gedung lain, namun orang tempat menyewa gedung itu meragukan dan meremehkan dia karena di pandang tidak akan mampu menyewa gedung tersebut. Itulah fase yang dia harus dia lewatin.

Namun ketika dia berhasil menjalankan acaranya, berhasil membuktikan bahwa dia bisa maka dia menjadi pelanggan tetap yang selalu order dan tidak di pandang rendah lagi. Intinya kita harus berani mulai dan mulai membuktikan lewat hasil. Ada transisi dari orang yang tidak dikenal menjadi costumer yang order repetitif. Ada networking dan relasi yang terbangun dalam progres.

Jadi, pada awal setiap apa yang kita mulai kita harus siap di rendahkan dan di remehkan karena sudah bagian dari paket. Tapi ketika kualitas kita ada, kemampuan ada dan selalu totalitas pada apa yang kita kerjakan orang lain akan bisa menilai dan tidak buta.

4. Bagaimana mengisi diri dengan value diri menurut Theo Derick

Kita harus mulai menerima diri. Kemudian melihat apa value yang berada di sekitar kita yang kita punya. Contoh value internal dia anak singel parent, ngak punya gengsi dan terjenak di sekolah orang kaya. Value external yang dia punya yaitu pertemanan dengan anak-anak orang kaya dan mampu membeli. Tidak hanya itu, Theo juga belajar mindset dari anak-anak orang kaya punya pertemanan baik yang semua orang susah sulit untuk dapatkan.

Orang sulit sekali menerima value external, menurut mereka value itu harus yang ada dalam diri mereka yang mereka kuasai. Semua hal yang ada dalam hidup itu menjadi value ketika kita punya perspektif positif tentang hal tersebut.

Value theo derick waktu itu adalah orang susah yang jualan dalam kampus dan memiliki toko serba ada atau menyediakan berbagai macam hal. Ketika semua orang mengenal Theo derick sebagai toserba mereka memesan banyak hal lewat dia. Ketika ada yang pesan Ipad maka dia meyanggupi dan minta DP untuk dicarikan.

5. Value apa yang orang harus punya untuk punya penghasilan 5 Jt dan bagaimana habitsnya

Hal pertama yang perlu kita bicarakan dulu adalah masalah habits. Kadang ada orang yang bangun awal seperti jam 5 pagi namun habitsnya bukan habits produktif. Manusia bisa bekerja optimal jika punya 4 hal dalam keseharianya.

1. Pikiran yang produktif / sehat

Pikiran yang sehat berasal dari pekerjaan yang kita lakukan dan kita memberikan hal terbaik di dalamnya. Do The best.

Begitu juga aroma kopi sore hari untuk relaxing dan pagi untuk boosting.

2. Spiritual Yang Sehat

Spiritual yang sehat di dapatkan dengan sholat, berdoa dan melakukan aktivitas spiritual yang sehat. Mempersiapkan diri untuk melakukan hari itu dengan yang terbaik. Sisi kesehatan yang penting bisa tidur 7 jam sehari.

3. Tubuh Yang Sehat

Pastikan dalam satu atau dua hari harus ada olahraga supaya metabolisme lancar.

4. Jiwa Yang Sehat

Mempersiapkan jiwa dengan hal-hal baik dan positif  dan kebahagian. Bukan terlalu fokus kerja lupa istirahat.

Intinya fokus untuk melakukan hal terbaik dalam keseharian. Misalnya lakukan hirup kopi selama 1 bulan sebelum kerja.