Ego dissolution – Kita tidak sepenting yang kita kira. Kalau kita gagal dunia tidak akan berhenti bergerak. Orang-orang tetap beraktivitas, jalanan tetap ramai, pekerjaan tetap dilanjutkan, dan sesuati yang terasa seperti hari ini akhir dari segalanya mungkin bahkan tidak diketahui oleh sebagian manusia.
Ada bagian dalam diri ini yang ingin percaya, bahwa kalau kita tidak ada sesuatu yang besar akan ikut hilang. Bahwa keberadaan kita meninggalkan ruang kosong yang tidak dapat di isi oleh orang lain. Setidaknya dengan begitu kita cukup punya bukti bahwa kita pernah punya tempat penting selama hidup di dunia ini.
Namun sebagian hidup tidak berjalan seperti itu. Kesalahan yang bikin kita tidak bisa tidur semalaman mungkin sudah dilupakan oleh orang lain beberapa hari kemudian. Penolakan yang sangat besar bagi harga diri kita mungkin hanya keputusan kecil bagi orang yang membuatnya. Bahkan pencapaian yang terasa sangat besar sekarang beberapa tahun lagi akan terasa biasa dan hanya salah satu bagian hidup yang terus bergerak.
Kenapa Semua Terasa Besar Dalam Pikiran Kita
Didalam kepala kita semua itu memang terasa besar karena kita mengalami seluruh hidup dari dalam diri sendiri. Kita tidak pernah bisa benar-benar keluar dari kepala ini. Semua kejadian datang melalui apa yang kita lihat, rasakan, takutkan, dan inginkan.
Kita tau seberapa lama sebuah keputusan dipikirkan. Tau apa yang harus dilawan untuk berani mencoba. Tau bagian mana yang terluka ketika hasilnya tidak sesuai harapan. Kita mendengar suara kepala sendiri setiap hari tanpa bisa mematikanya. Sementara hidup orang lain kita lihat dalam potongan.
Kenapa Orang Lain Terlihat Berbeda Ketika Kita Lihat
Kita melihat seseorang datang ketempat kerja, menyelesaikan bagiannya, lalu pulang. Kita melihat satu karya yang dia unggah, mendengar beberapa pendapatnya, bertemu denganya dalam satu urusan setelah itu kita kembali sibuk dengan urusan pribadi masing-masing.
Kita tidak tau apa yang dia pikirkan ketika sendirian. Tidak tau berapa banyak kemungikan yang pernah dia bayangkan untuk kehidupannya. Tidak apa apakah dia juga memiliki sesuatu yang belum dilihat oleh orang lain. Karena dimata kita dia hanya seorang yang biasa yang kebetulan berisisan hidupnya dengan kita saat ini.
Kita hanya mengenal orang lain dari bagian yang sempat terlihat. Sementara diri sendiri sendiri kita pahami sampai ke bagian yang tidak pernah kita tunjukan pada siapapun. Tentu saja diri kita terasa lebih rumit. Tentu saja semua yang ada dalam diri kita terasa terlalu besar untuk dianggap biasa.
Dan karena kita menjadi pusat dari semua yang kita alami, kita mudah merasa menjadi pusat perhatian orang lain juga.
Satu ucapan yang salah bisa terulang di kepala sampai berhari-hari. Kita membayangkan orang-orang masih mengingatkanya, masih membicarakanya, atau diam-diam mengubah penilainya kepada diri kita.
Setelah Pulang Hal Yang Benar Terjadi Pada Orang Lain
Setelah pulang orang lain mungkin langsung memikirkan tagihan, hubungan, pekerjaan, tubuh yang capek atau kesalahan yang justru mereka lakukan sendiri. Orang lain tidak memikirkan kita selama yang kita takutkan. Masing-masing juga sibuk menjaga gambaran dirinya sendiri. Sibuk memikirkan apakah hidupnya berjalan ke arah yang benar. Sibuk mengingat ucapan yang seharusnya tidak dia ucapkan. Sibuk merasa tertinggal ketika melihat kehidupan orang lain.
Masing-masing dari kita menjalani hidup seperti tokoh utama. Karena memang dari sinilah hidup bisa kita alami. Tapi kita sering lupa bahwa orang lain juga hidup dengan cara yang sama.
Apa persamaan kita dengan orang lain
Orang yang terlihat biasa-biasa saja mungkin membawa dunia yang sama ramainya dengan kita. Mungkin juga dia sedang menunggu satu kesempatan yang menurutnya akan mengubah seluruh hidupnya. Kita bukan satu-satunya orang yang hidupnya lebih rumit dari yang terlihat. Bukan satu-satunya yang takut kemampuanya tidak pernah membawa dia kemana-mana. Bukan satu-satunya yang percaya diam-diam bahwa seharusnya hidup harus membawa sesuatu yang lebih besar.
Mungkin semua orang pernah merasa menjadi seorang yang terasa berbeda. Dan keyakinan bahwa hidup kita harus luar biasa itu tidak tumbuh sendirian.
Kehidupan harus menjadi luar biasa itu tidak tumbuh sendirian
Sejak kecil kita sudah bisa membayangkan akan memiliki pekerjaan yang hebat. Membuat sesuatu yang dikenal banyak orang, atau menjalani hidup yang sama sekali berbeda dengan orang-orang yang kita lihat sehari-hari. Bentuknya belum jelas, pokoknya kita akan menjadi seseorang yang besar.
Apalagi waktu itu kita sering dibilang pintar. Punya bakat tertentu, cara berpikirnya berbeda. Tapi kalimat-kalimat itu tinggal cukup lama dan ikut membentuk bayangan tentang hidup yang nanti kita punya.
Ketika Dewasa Kemana Kemampuan Itu Benar-benar membawa kita
Kita dewasa dapat melihat bagaimana kemampuan yang kita punya dari kecil membawa kita. Ada yang berkembang cukup jauh. Ada yang masih mencari tempat. Ada juga yang punya banyak hal dalam dirinya tapi tidak tau harus jadi apa dengan semua itu.
Di usia dewasa pujian yang dulu terdengar menyenangkan mulai terasa seperti janji yang harus kita lunasi sendiri. Kalau memang punya potensi rasanya hidup memang harus memperlihatkan hasilnnya. Kalau memang berbakat harus ada sesuatu yang bisa ditunjukan. Kalau dari dulu sudah dipercaya jadi seseorang maka seharunya kehidupan yang sekarang harus terlihat lebih besar dari kehidupan saat ini.
Punya kemampuan akhirnya membawa tuntutan. Kita rasanya harus membawanya sejauh mungkin, menemukan tempat yang tepat, menghasilan sesuatu sebanding dengan apa yang kita percaya ada di dalam diri. Kemampuan itu tidak cukup hanya ada, dia harus menjadi karya, pekerjaan, penghasilan, pengaruh, atau apapun yang bisa dilihat sebagai bukti.
Tapi memang kemampuan tidak selalu menghasilkan kehidupan yang sebanding dengan bayangan kita. Ada pilihan yang pernah kita ambil, keadaan yang mungkin berubah, kesempatan yang datang pada waktu tertentu, orang-orang yang kita temui dan keberuntungan yang tidak pernah bisa direncanakan.
Bagaimana Pengaruh Kemampuan Bagi Dua Orang Yang Berbeda
Kemampuan yang sama Bisa membawa dua orang yang berbeda ke kehidupan yang berbeda. Kita memahami hal tersebut. Tetapi ketika yang sedang di nilai adalah kehidupan kita, semua penjelasan itu tidak selalu merasa kehidupan kita jauh lebih baik. Selalu ada bagian yang menggap kita kurang serius, kurang konsisten, terlalu takut mengambil resiko, atau menyia-yiakan sesuatu yang seharusnya bisa menjadi lebih besar.
Dunia hari ini juga punya cara bagaimana membuat perasaan tersebut menjadi lebih kuat. Pekerjaan meminta kita sesuatu yang bisa membedakan, hobi bisa diubah menjadi penghasilan, kepribadian menjadi personal branding, bahkan pengalaman paling pribadi sekalipun bisa dikemas menjadi sesuatu yang menjadi layak dilihat.
Lama-lama kita kesulitan melakukan sesuatu hanya karena menyukainya. Membaca harus menambah wawasan, jalan-jalan harus menghasilkan foto estetik, kesedihan harus membuat kita tumbuh menjadi seseorang yang lebih baik, hidup seperti tidak boleh hanya di jalani, ia harus terus menghasilkan sesuatu.
Gambaran Kehidupan Yang Ingin Kita Jalani
Dalam kepala kita juga sudah punya gambaran hidup yang ingin kita jalani. Kalau semua kemampuan ini dipakai dengan benar. Dalam bayangan dan pikiran itu kita lebih berhasil, lebih berani, lebih dikenal, mengerjakan sesuatu yang penting, punya karya yang dapat menjangkau banyak orang.
Hidup kita terasa sebanding dengan apa yang sejak dulu kita percaya kita punya. Bayangan itu terus kita pakai, untuk mengukur hidup yang benar-benar sedang terjadi. Yang kita bayangkan biasanya hanya bagian yang sudah berhasil. Kita tidak ikut membayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai kesana. Hari-hari ketika kita bosan, kehilangan arah, berubah pikiran, atau ternyata tidak menginginkan sesuatu yang dulu kita kira.
Kehidupan yang ada di kepala memang tidak punya hari biasa
Kehidupan yang ada di kepala tidak punya hari biasa. Dia hanya berisi bagian-bagian yang membuat kita merasa sudah menjadi seseorang, sementara hidup yang sebenarnya harus dijalani setiap hari. Sebagian waktunya bahkan berlalu tanpa cukup ada hal besar yang bisa diceritakan. Makanya hidup yang kita sedang jalani saat ini terlihat belum selesai. Pekerjaan, hubungan, rutinitas dan pencapaian hari ini terasa seperti persinggahan untuk kehidupan yang sebenarnya akan dimulai.
Hidup biasapun terasa seperti kehidupan luar biasa yang gagal. Kalau kita punya bakat khusus, tujuan besar atau sesuatu yang suatu hari kita akan dikenang keberadaaan kita terasa tidak kebetulan. Hidup seperti sedang menuju suatu tempat. Dan mungkin kematian sedikit terasa tidak menakutkan. Setidaknya ada sesuatu yang tetap tinggal jika kita telah tiada. 10.25

Penulis merupakan spesialis jasa kuras toren, cuci toren air, pemasangan toren air, dan pembuatan menara toren beton. Konten yang ditulis berbasis pengalaman lapangan dan bertujuan memberikan edukasi serta solusi terbaik terkait pengelolaan air bersih untuk rumah, kantor, dan bangunan komersial.
Penulis adalah praktisi di bidang perawatan toren air, pemasangan tandon, dan solusi air bersih rumah & gedung. Berpengalaman menangani berbagai kebutuhan kuras toren, instalasi toren air, serta perawatan sistem air agar tetap higienis, aman, dan sesuai standar kesehatan.
